Bersama UGM dan Edinburgh University, Politeknik ATI Daur Ulang Sampah Plastik

Politeknik ATI Makassar bekerja sama dengan UGM dan Edinburgh University, melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema peningkatan nilai ekonomi sampah botol plastik melalui proses daur ulang.

Acara berlangsung di Yogyakarta, Kamis, 15 Agustus 2019 kemarin. Politeknik ATI Makassar bersama UGM, memulai kegiatannya yang bertema “Menuju Desa Mandiri Sampah, Meningkatkan Nilai Ekonomi Sampah Botol Plastik Melalui Proses Daur Ulang”.

Penanggung jawab program kerjasama, Muhammad Luthfi Sonjaya mengatakan, suatu kebanggaan kampus Politeknik ATI Makassar dapat bekerjasama dengan UGM dan Edinburgh University, sebagai salah satu kampus 50 terbaik dunia.

“Senang rasanya Politeknik ATI Makassar dapat menjadi bagian kerjasama, baik nasional maupun internasional dalam hal pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Kerjasama yang dimulai pada Juni  2019 ini, berbentuk hibah dari pemerintah Inggris melalui Edinburgh University, untuk penanganan sampah plastik di wilayah negara berkembang.

Untuk pembuatan mesin pengolahan  plastik berupa mesin pencacah plastik dan mesin peleleh plastik, Politeknik ATI Makassar dipercayakan untuk membuat mesin-mesin tersebut. Mesin pencacah plastik dan mesin peleleh plastik dikerjakan oleh mahasiswa tingkat akhir Politeknik ATI Makassar Jurusan Teknik Manufaktur Industri Agro dan Otomasi Sistem Permesinan.

Sedangkan untuk wilayah penggunaan mesin tersebut di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Acara penyerahan mesin dilaksanakan pada kegiatan KKN UGM di desa tersebut yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2019 sekaligus sosialisasi penggunaan mesin tersebut.

Dosen UGM, Akbar Reza mengungkapkan harapannya agar kerjasama awal ini dapat menjadi kerja sama jangka panjang. Politeknik ATI Makassar berperan dalam pembuatan dan pengembangan mesinnya, dan pihak dari UGM dalam pengembangan programnya.

“Kerja sama ini luar biasa baik. Artinya kita di sini ingin sama-sama berkontribusi untuk mengurangi sampah plastik dan juga mengolah sampah plastik tersebut agar dapat meningkatkan nilai ekonomi dan akhirnya berujung pada ekonomi sirkular dan mensejahtrakan masyarakat,” pungkas Akbar Reza.

 

Source : rakyatku.com

Written by Web Admin

October 18, 2019

Lihat juga…