MAKASSAR-Politeknik ATI Makassar menargetkan dapat memiliki empat jurnal online untuk masing-masing program studi yang ada di Politeknik ATI Makassar di tahun 2022 ini.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATIM mengadakan Diklat dan Workshop Manajemen Pengelolaan Jurnal Online di Ruang Rapat Pa’dewakkang, Jumat (21/1/2022).

Menghadirkan Direktur LPPM Universitas Al Asyariah Mandar, Basri sebagai pemateri, kegiatan ini diikuti dosen yang nantinya menjadi pengelola jurnal online di masing-masing program studi.

Ketua UPPM Politeknik ATIM, Merla Madjid mengatakan, adanya jurnal online ini nantinya bisa menjadi wadah publikasi hasil-hasil penelitian dosen maupun mahasiswa di setiap program studi.

Pasalnya, Majalah Teknik Industri yang dikelola UPPM Politeknik ATI Makassar tidak bisa mengakomodir publikasi seluruh hasil penelitian para dosen.

“Jadi, tahun ini kami menargetkan adanya empat jurnal online dan satu jurnal pengabdian masyarakat. Semoga bisa kami terbitkan dua kali dalam setahun,”kata Merla.

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri mengapresiasi dilaksanakannya Diklat dan Workshop Manajemen Pengelolaan Jurnal Online tersebut. Ia mengatakan, terkait peningkatan kualitas penelitian telah menjadi salah satu indikator kinerja dalam perjanjian kinerja insitusi.

Di mana, hasil penelitian para dosen harus didesiminasikan, baik melalui prosiding, jurnal nasional terakreditasi, maupun jurnal internasional bereputasi.

“Saya harap tidak hanya sebatas menerbitkan jurnal online. Tapi, semoga nanti jurnal online ini bisa terakreditasi. Ini menjadi tantangan bagi UPPM Politeknik ATI Makassar,”kata Basri.

Ia pun berharap dengan diadakannya workshop ini bisa memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa maupun masyarakat ilmiah dan umum lainnya dalam meningkatkan kinerja Politeknik ATI Makassar.

Sementara itu, dalam materinya, Basri mengatakan, manajemen pengelolaan jurnal berbasis open journal system (OJS)dilakukan secara elektronik mulai dari proses submit hingga mempublish artikel.

“Seluruh proses editorial dilakukan melalui website jurnal. Dalam manajemen penerbitan jurnal berbasis OJS, melibatkan minimal 7 orang,”kata Basri.

Ketujuh orang tersebut ada yang berperan sebagai author, editor, section editor, reviewer, copyeditor, layout editor, hingga sebagai proofreader.(*)