MAKASSAR-Dosen Program Studi Teknik Kimia Mineral (TKM), Sri Diana menambah deretan dosen Politeknik ATI Makassar yang bergelar doktor. Sri Diana berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Negeri Makassar.

Sidang promosi doktor Sri Diana digelar secara daring pada Selasa (25/1/2022) dipimpin Wakil Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan Program Pascasarjana UNM, Prof.Dr.Baso Jabu, M.Hum yang juga bertindak sebagai penguji internal.

Sri Diana mampu mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Developing English Reading Materials Based on Critical Thinking Skills for Chemical Engineering Students’. Dengan demikian, Sri Diana menjadi doktor ke-11 yang dimiliki Politeknik ATI Makassar.

“Penerapan berpikir kritis dalam proses pembelajaran ‘reading’ bukan hanya memudahkan mahasiswa dalam memahami text berbahasa Inggris. Namun juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjadi mahasiswa yang lebih kritis dalam memahami dan menyaring informasi yang ada,”jelas Sri Diana dalam paparannya.

Adapun sidang promosi doktor tersebut dipromotori Prof.Dr.Basri Wello, M.A. Sidang tersebut juga dihadiri Prof Drs Muhammad Basri MA PhD, Prof Dr H Haryanto MPd, Dr Abdul Halim MHum, dan Dra Nasmillah PhD selaku tim penguji. Nasmillah merupakan penguji eksternal dari Universitas Hasanuddin.

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri bersama jajaran sivitas akademika Politeknik ATI Makassar turut menyaksikan sidang promosi doktor Sri Diana secara virtual. Ia pun mengapresiasi raihan gelar doktor yang diperoleh Sri Diana.

“Kami bangga dan senang karena pada hari ini salah satu dosen terbaik kami, ibu Sri Diana bisa menyelesaikan pendidikan doktornya dan menjadi doktor ke-3 di prodi Teknik Kimia Mineral. Sehingga, saat ini Politeknik ATI Makassar sudah memiliki 11 doktor,”kata Basri.

Menurut Basri, dengan bertambahnya jumlah dosen yang berkualifikasi doktor akan meningkatkan indeks profesionalitas dosen di Politeknik ATI Makassar.

Ia pun berharap gelar dan ilmu yang diperoleh bisa berguna bagi dunia pendidikan dan instansi tempat Sri Diana mengabdi, yakni di Politeknik ATI Makassar.

Selain itu, Basri mengharapkan gelar doktor yang diperoleh Sri Diana juga memacu dosen-dosen lain di Politeknik ATI Makassar untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3.

“Setelah ibu Sri Diana, masih ada dua orang dosen kami yang akan melanjutkan pendidikan doktor di UNM,”tambah Basri.(*)