MAKASSAR-Hadirnya Pelabuhan Kijing yang berstandar internasional di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, turut mendorong pertumbuhan sektor industri.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah pun mencatat sekitar 53 perusahaan industri akan beroperasi di Mempawah. Kondisi ini menjadi peluang bagi masyarakat Mempawah untuk tenaga kerja di perusahaan-perusahaan tersebut.

Untuk itu, Pemkab Mempawah menggandeng Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Politeknik ATI Makassar, dan SMK-SMTI Pontianak untuk menyiapkan SDM industri yang kompeten melalui Pendidikan Vokasi Industri Setara Diploma 1 (D1).

Politeknik ATI Makassar akan menjadi pengelola pendidikan yang menyiapkan kurikulum dan tenaga pengajar. SMK-SMTI Pontianak akan menjadi lokasi praktik bagi mahasiswa program. Sedangkan, Pemkab Mempawah akan menyiapkan tempat pelaksanaan pendidikan.

Rencana kerja sama ini dibahas dalam pertemuan antara seluruh pihak yang terlibat melalui virtual Zoom, Selasa (16/2/2021).

Pertemuan tersebut diikuti Staf Ahli Bupati Mempawah bidang Litbang dan Keuangan, Didik Krismanto, Kepala Sub Bidang Pendidikan Tinggi Vokasi Industri Mursiti, Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri, Kepala SMK-SMTI Pontianak Sih Parmawati, jajaran pembantu direktur, dan ketua jurusan di Politeknik ATI Makassar.

“Selain untuk menghasilkan tenaga kerja, kami juga berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Kami berharap nantinya Mempawah menjadi kabupaten yang memiliki lembaga pendidikan setingkat universitas,”kata Didik.

Sementara itu, Muhammad Basri mengatakan untuk menyelenggarakan Pendidikan Vokasi Industri Setara D1, Pemkab Mempawah harus terlebih dahulu mengindetifikasi kompetensi apa yang dibutuhkan industri di Mempawah.

“Ini bisa berbeda dengan industri lain walaupun keahliannya sama. Karena biasanya ada muatan khusus yang diinginkan industri. Sehingga, kami harus menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan industrinya agar bisa menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi yang diharapkan industri,”katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pembantu Direktur II Politeknik ATI Makassar Herlina Rahim turut memaparkan tahapan-tahapan penyelenggaran program Pendidikan Vokasi Industri Setara D1 yang akan dijalankan.

Mulai dari pemetaan kebutuhan tenaga kerja, penandatanganan MoU, pembahasan bersama antara industri dengan Politeknik ATI Makassar, pembahasan kurikulum, penyusunan modul pembelajaran yang menggunakan sistem fullblock berbasis KBK dan SKKNI, proses perkuliahan, sertifikasi, hingga pelepasan lulusan yang langsung terserap industri.

Di akhir pertemuan disepakati akan dibuka tiga program studi, yakni Kimia Industri, Mekanika Industri, dan Kelistrikan Industri. Basri menilai, ketiga kompetensi tersebut masuk dalam core bisnis Politeknik ATI Makassar.

Politeknik ATI Makassar pun menyerahkan kepada Pemkab Mempawah dan industri untuk melakukan rekrutmen calon mahasiswa yang dididik dalam program ini.(*)

×

Hello!

Ada yang bisa kami bantu?

× Kontak Via Whatsapp