MAKASSAR-PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menggelar walk in interview rekrutmen calon karyawan di Kampus Politeknik ATI Makassar, Senin (31/5/2021).

PT IMIP adalah kawasan industri berbasis pengolahan Nikel dengan rantai industri terpanjang di dunia dan memiliki produk utama berupa Nikel, stainless steel dan carbon steel.

Dalam rekrutmen yang akan berlangsung hingga Selasa (1/6/2021) tersebut, PT IMIP menggandeng Career Development Center (CDC) Politeknik ATI Makassar.

CDC merupakan salah satu unit kerja di Politeknik ATI Makassar sebagai wadah kerjasama dengan dunia industri dalam rangka penyerapan alumni dan kerjasama magang industri, serta berperan serta dalam mempersiapkan soft skills lulusan Politeknik ATI Makassar.

Selama proses rekrutmen berlangsung, seluruh pelamar wajib mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker selama berada di lokasi dan menjaga jarak. Politeknik ATI Makassar pun menyediakan hand sanitizer yang bisa dipakai seluruh pelamar.

Rekrutmen ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan di Politeknik ATI Makassar. Sebelumnya pihaknya juga telah melakukan rekrutmen karyawan pada April 2021 lalu.

Tak hanya untuk alumni Politeknik ATI Makassar, rekrutmen ini juga terbuka bagi seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan, antara lain berjenis kelamin laki-laki, usia maksimal 35 tahun, lulusan D3 semua jurusan.

Sementara itu, dokumen yang harus dibawa pelamar, yaitu surat lamaran, curriculum vitae (CV), KTP, Kartu Keluarga, ijazah dan traskrip nilai, kartu BPJS Kesehatan, NPWP, AK1, serta SKCK.

Foreman HR Recruitment PT IMIP, Donvito Andrew mengatakan, pihaknya melakukan rekrutmen karyawan di Makassar karena melihat sumber daya manusia (SDM) dari Sulawesi Selatan memiliki potensi untuk bekerja di Morowali.

“Kebutuhan karyawan di PT IMIP cukup tinggi. Bagi yang lolos dalam rekrutmen ini selanjutnya akan mengikuti tahapan medical checkup di Morowali,”katanya.

Sebelum diwawancara, para pelamar terlebih dahulu mendapat pengarahan dan informasi terkait PT IMIP dan aktivitas para pekerja di sana.

Pada kesempatan tersebut, Andrew juga mengenalkan budaya kerja yang diterapkan di kawasan industri Morowali, terutama soal kedisiplinan yang penting dimiliki oleh seluruh pekerja.(*)