MAKASSAR-Politeknik ATI Makassar siap memfasilitasi kegiatan uji kompetensi bagi mahasiswa Politeknik Bosowa. Hal ini menjadi kesepakatan antara keduanya dalam Memorandum of Understanding (MoU) terkait kolaborasi uji kompetensi antara institusi  yang ditandatangani di Ruang Phinisi, Kampus Politeknik ATI Makassar, Senin (14/6/2021).

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri bersama Direktur Politeknik Bosowa Asrul Hidayat serta Wakil Direktur I Politeknik Bosowa Yoan Elviralita dan Ketua LSP Politeknik ATI Makassar Sariwahyuni.

Selain menjalin kerja sama terkait uji kompetensi mahasiswa, Politeknik ATI Makassar dan Politeknik Bosowa akan berkolaborasi untuk menghasilkan produk tepat guna bagi masyarakat dengan menggandeng Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar.

Kesepakatan kerja sama ini turut ditandatangani Ketua UPPM Politeknik ATI Makassar, Merla Madjid.

“Suatu kehormatan bagi kami bersama-sama berkolaborasi dengan Politeknik Bosowa dalam rangka menyiapkan tenaga kerja yang kompeten di Indonesia, khususnya di Makassar,”kata Basri.

Basri menjelaskan, dengan menggunakan pendekatan 3 in 1, Politeknik ATI Makassar memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi yang sudah terlisensi dari BNSP dan bertugas melakukan sertifikasi bagi para lulusan sebelum diserap ke dunia industri.

LSP Politeknik ATI Makassar sudah menjalankan 12 skema uji kompetensi untuk empat program studi di Politeknik ATI Makassar dan sedang menunggu persetujuan penambahan 21 skema baru uji kompetensi.

Sarwahyuni menambahkan, LSP Politeknik ATIM juga telah memfasilitasi uji kompetensi bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Namun sebelum mengikuti uji kompetensi, peserta wajib mengikuti pelatihan dengan kurikulum sesuai dengan skema yang akan diujikan.  Pelatihan ini diselenggarakan oleh instruktur workshop atau dosen dari program studi terkait di Politeknik ATI Makassar.

 Karena LSP Politeknik ATI Makassar adalah LSP P1 yang memiliki fungsi mensertifikasi peserta didiknya. Untuk itu calon peserta uji yang bukan dari mahasiswa reguler harus melalui jalur peserta pelatihan jika akan mengikuti sertifikasi kompetensi.

“Kami juga bisa memberikan pendampingan bagi perguruan tinggi untuk mendirikan LSP seperti di Akademi Teknik Sorowako yang saat ini sudah mendapat lisensi BNSP dan Fakultas Teknik Unhas yang baru akan mengusul ke BNSP,”tambahnya.

Sementara itu, Asrul Hidayat berharap dengan adanya MoU ini, Politeknik Bosowa dengan Politeknik ATI Makassar bisa bersinergi untuk menjawab segala tantangan dalam upaya menghasilkan SDM yang kompeten.

“Dari segi usia Politeknik Bosowa yang baru berdiri tahun 2013 masih perlu banyak belajar dari Politeknik ATI Makasar. Saya berharap teman-teman di Politeknik ATIM bisa berbagi ilmu untuk sama-sama saling memperkuat pendidikan vokasi,”katanya.(*)