MAKASSAR-Politeknik ATI Makassar melaksanakan Focus Group Discussion bersama PT Pupuk Kalimantan Timur di Ruang Rapat VIP Kampus Politeknik ATI Makassar, Kamis (21/10/2021).

Kegiatan yang akan berlangsung hingga Jumat (22/10/2021) ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan kurikulum program pendidikan setara D1 untuk program keahlian Teknik Listrik dan Instalasi dan Teknik Pengelasan.

Program ini merupakan kerja sama antara BPSDMI Kementerian Perindustrian, Politeknik ATI Makassar, dan PT Pupuk Kaltim untuk mendukung program pemerintah dalam penyiapan tenaga kerja industri yang link and match dengan industri.

Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri, Pembantu Direktur I Taufik Muchtar, Ketua Jurusan Teknik Manufaktur Industri Agro (TMIA) Jufri, dan Ketua Jurusan Otomasi Sistem Permesinan Tenri Sidehabi. Sedangkan dari pihak PT Pupuk Kaltim diwakili Ketua LSP PT Pupuk Kaltim Widodo bersama tim.

Selain dilaksanakan secara luring, kegiatan tersebut juga berlangsung secara virtual yang diikuti tim dari PT Pupuk Kaltim lainnya.

Muhammad Basri mengatakan, FGD ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan PT Pupuk Kaltim.

Selain itu, untuk menetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang sesuai dengan kurikulum dan profil lulusan yang dibutuhkan.

“Karena program ini sifatnya Tailor Made, maka kami akan mendiskusikan bersama capaian pembelajaran sehingga dihasilkan profil lulusan sesuai dengan kebutuhan PT Pupuk Kaltim,”katanya.

Sementara itu, Widodo mengatakan, para peserta program ini nantinya adalah calon-calon karyawan baru PT Pupuk Kaltim yang akan dilatih selama kurang lebih satu tahun oleh Politeknik ATI Makassar.

Para pengajar dari program ini tidak hanya melibatkan dari Politeknik ATI Makassar, namun turut melibatkan PT Pupuk Kaltim sebagai instruktur industri.

“Kami telah melakukan seleksi kemampuan dasar yang diikuti para peserta dari wilayah Indonesia Timur yang dilaksanakan secara daring. Selanjutnya mereka akan mengikuti seleksi wawancara di sejumlah daerah di wilayah Indonesia Timur,”katanya.

Ia pun berharap, kegiatan FGD ini bisa menghasilkan kesepakatan kurikulum yang akan digunakan dalam program ini. Sehingga, pihaknya bisa menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program ini yang ditargetkan bisa dilaksanakan pada Januari 2022 mendatang.(*)