MAKASSAR-Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Politeknik ATI Makassar menggelar Workshop Penyusunan Program Kegiatan dan Dokumen Laboratorium secara hybrid yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin (27/12/2021) hingga Selasa (28/12/2021).

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Ketua Umum Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan (PPLP) Indonesia, Sofyan yang juga PLP dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Tia Amina Setiawati dari Universitas Padjajaran.

Ketua panitia workshop, Katrina Yanti Tumanan mengatakan, workshop tersebut tidak hanya diikuti PLP di lingkungan Politeknik ATI Makassar, melainkan juga diikuti sejumlah PLP dari unit pendidikan Kementerian Perindustrian.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami harap dapat meningkatkan pengetahuan bagi PLP dalam melaksanakan tugas untuk menyusun program dan dokumen laboratorium,”katanya.

Dalam arahannya, Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri menyampaikan keistimewaan dari pendidikan vokasi yang lebih praktikal mengharuskan para peserta didik dibekali dengan kegiatan praktikum baik di kampus maupun di dunia kerja sebagai unsur utama.

“Politeknik ATI Makassar sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi perlu meningkatkan kapabilitas sebagai tempat menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi yang berfokus pada industri manufaktur memerlukan fasilitas laboratorium sebagai sarana penunjang kegiatan pendidikan untuk peningkatan kompetensi peserta didik. Sehingga, peran PLP sangat diperlukan agar kegiatan di laboratorium dapat berjalan dengan baik,”katanya.

Basri menjelaskan, tugas PLP dalam sistem pendidikan di Politeknik ATI Makassar, yakni mengelola laboratorium melalui serangkaian kegiatan mulai mulai dari perancangan kegiatan, pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan, pemeliharaan, pengevaluasian sistem kerja, serta pengembangan kegiatan laboratorium baik untuk pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Salah satu butir kegiatan dalam tupoksi PLP adalah menyusun program pengelolaan laboratorium. Dengan adanya program tersebut, PLP dapat melaksanakan tupoksinya secara terencana, sistematis, dan berorientasi pada kinerja. Sehingga mendorong terlaksananya good laboratory practice di Politeknik ATI Makassar. Melalui kegiatan workshop ini juga, PLP mampu menyusun dokumen mulai dari kegiatan perancangan hingga kegiatan pengembangan laboratorium,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PPLP Indonesia, Sofyan mengapresiasi pelaksanakan kegiatan workshop ini. Menurutnya, PPLP Indonesia sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas kompetensi PLP.

“Peran PLP sangat strategis dalam menyukseskan kegiatan pembelajaran, praktikum, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Tentu PLP dituntut harus senantiasa mengupdate keilmuan dan perkembangan peralatan-peralatan yang terbaru, maupun sistem tata kelola laboratorium,”ujar Sofyan.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para PLP di Politeknik ATI Makassar maupun unit pendidikan lainnya bisa lebih memahami baik tentang tupoksi PLP maupun relevansinya dengan penyusunan dokumen berdasarkan ISO 17025.(*)