Jam Operasional :

Senin-Kamis: 07.30-16.00, Jumat: 07.30-16.30 WITA

MAKASSAR-Politeknik ATI Makassar terus berupaya mendorong dosen untuk meningkatkan kualitas penelitian agar lebih aplikatif dan tepat guna yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

Sejalan hal tersebut, setiap dosen diharapkan dapat melaksanakan penelitian yang berbasis pada masalah dengan melibatkan mahasiswa. Pelibatan mahasiswa dalam penelitian sebagai implementasi hasil pembelajaran mahasiswa.

Baru-baru ini, Dosen Program Studi Teknik Manufaktur Industri Agro, Merla Madjid telah melaksanakan program Pengbdian Kepada Masyarakat (PKM) di Dusun Bulu Tanah, Kabupaten Bone pada 4 Oktober 2022 lalu.

“PKM ini dilaksanakan sebagai pengembangan dari penelitian yang telah dilakukan agar bisa dimanfaatkan masyakarat,”kata Merla yang juga merupakan Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar, Kamis (6/10/2022).

Pada kesempatan tersebut, Merla juga menyerahkan Mesin Perontok Kacang Tanah dengan sistem Hammer kepada Kelompok Tani di daerah tersebut.

Mesin tersebut merupakan hasil tugas akhir mahasiswa, yaitu Muh Yusuf dan Fatwan Yudin yang merupakan mahasiswa bimbingannya bersama dosen lainnya, Cornelius U. Patintingan.

Kegiatan tersebut turut hadir Kepala Desa Bulu Tanah Muh Rusli bersama Ketua Kelompok Tani Malumoe, para kepala dusun, babinsa, dan masyarakat setempat.

Muh Rusli menyambut baik program PKM yang dilaksanakan dosen Politeknik ATI Makassar. Ia memberikan apresiasinya, apalagi mesin yang diserahkan dibuat dan dirancang oleh Muh Yusuf yang merupakan salah satu putra daerah di desanya.

Menurutnya mesin tersebut sangat bermanfaat bagi petani kacang tanah di sana karena kini mereka dapat merontokkan kacang tanah dengan lebih aman, efisien, dan efektif.

Desa Bulu Tanah merupakan salah satu dengan yang fokus mengembangkan hasil-hasil pertanian dan peternakan khususnya ternak Sapi.

“Kami harap Bapak dan Ibu Dosen Politeknik ATI Makassar berminat kembali melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat di desa kami,”katanya. (*)