Perkuat Tata Kelola Institusi, Politeknik ATI Makassar Gelar Workshop Manajemen Risiko Terintegrasi

Makassar – Politeknik ATI Makassar menyelenggarakan Workshop Manajemen Risiko Terintegrasi sebagai Langkah strategis untuk memperkuat tata kelola institusi serta meningkatkan pemahaman manajemen risiko di lingkungan kampus. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Muhammad Imron, Fungsional Analis Anggaran Ahli Muda pada Biro Keuangan Kementrian Perindustrian, serta diikuti oleh jajaran pimpinan, ketua jurusan, serta seluruh staf unit pelayanan teknis di Politeknik ATI Makassar, Kamis (5/02/2026).

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko  dalam tata kelola kampus yang baik.

“Manajemen risiko merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang baik, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan risiko tidak hanya terkait aspek akademik, namun juga mencakup risiko strategis, operasional, keuangan, teknologi informasi, sumber daya manusia, serta risiko kepatuhan terhadap regulasi.

Workshop ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24 Tahun 2003 tentang manajemen Risiko Terintegrasi di Lingkungan Kementrian Perindustrian. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu memahami dan mengimplementasikan manajemen risiko secara lebih terstruktur dan terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kerja.

Basri juga menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko yang efektif akan berdampak pada peningkatan layanan pendidikan vokasi serta memperkuat kepercayaan publik. Selain itu, hal tersebut juga mendukung pencapaian strategi baru industrialisasi nasional melalui pendidikan vokasi yang adaptif dan berdaya saing global.

“Komitmen pimpinan dan seluruh civitas akademika menjadi kunci keberhasilan implementasi manajemen risiko terintegrasi di Politeknik ATI Makassar,” tambahnya.

Kegiatan workshop berlangsung dengan diskusi dan pemaparan materi dari narasumber, serta diharapkan hasilnya dapat diterapkan dalam penguatan tata kelola dan peningkatan kinerja institusi.(*)

Lihat juga…