
MAKASSAR – Politeknik ATI Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi berstandar internasional. Salah satu upaya strategis yang kini tengah dilakukan adalah mempersiapkan akreditasi internasional International Accreditation for Engineering Education (IABEE) untuk Program Studi Teknik Kimia Mineral.
Sebagai bagian dari tahapan persiapan, Politeknik ATI Makassar telah menggelar Sosialisasi Penguatan Mutu Akreditasi Internasional beberapa waktu lalu. Kegiatan ini difokuskan pada penyelarasan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pemetaan capaian pembelajaran lulusan (Program Outcomes), evaluasi proses pembelajaran, hingga penyusunan dokumen pendukung sesuai standar IABEE.
Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri menyampaikan bahwa akreditasi internasional merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing institusi sekaligus meningkatkan pengakuan terhadap kualitas lulusan di tingkat global.
“Persiapan akreditasi IABEE bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi menjadi momentum bagi Politeknik ATI Makassar untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan. Kami berharap Program Studi Teknik Kimia Mineral mampu memenuhi standar internasional sehingga lulusan memiliki kompetensi yang diakui secara global dan siap menjawab kebutuhan industri,” kata Basri, Senin (13/7/2026)
Melalui persiapan akreditasi internasional IABEE, Politeknik ATI Makassar optimistis dapat memperluas pengakuan mutu pendidikan di tingkat internasional. Pencapaian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan untuk berkarier di industri nasional maupun global.
“Saat ini, seluruh dokumen persyaratan telah diselesaikan dan Politeknik ATI Makassar tinggal menunggu proses evaluasi serta asesmen lapangan yang akan dilaksanakan di kampus,”tambahnya.
Akreditasi IABEE merupakan salah satu bentuk pengakuan internasional terhadap program pendidikan keteknikan yang menilai kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar mutu internasional. Melalui proses ini, institusi didorong untuk menerapkan budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan memiliki daya saing global.



