Jam Operasional :

Senin-Kamis: 07.30-16.00, Jumat: 07.30-16.30 WITA

Pelatihan Barista dan Usaha Warung Kopi Inkubator Bisnis Poltek ATIM

MAKASSAR-Unit Inkubator Bisnis Politeknik ATI Makassar, satuan kerja di bawah naungan BPSDMI Kemenperin telah melaksanakan Pelatihan Barista dan Usaha Warung Kopi, 3-4 Oktober 2022.

Acara yang diikuti mahasiswa dan masyarakat umum dari berbagai daerah tersebut menghadirkan Barista Makassar Muhammad Fajri dan Branch Manager KCP Bank Syariah I Makassar Pannampu Ridwan Maulana sebagai pembicara.

Ketua Unit Inkubator Bisnis Poltek ATIM, Idi Amin mengatakan, kegiatan Pelatihan Barista dan Usaha Warung Kopi tersebut dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa maupun masyarakat yang ingin membuka usaha pengolahan kopi. Selain itu, untuk membangun jaringan dan menjaring calon tenant binaan Inkubator Bisnis Politeknik ATI Makassar.

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri menambahkan, Politeknik ATI Makassar sebagai unit pendidikan di bawah naungan BPSDMI Kementerian Perindustrian tidak hanya bertujuan menyiapkan calon tenaga kerja industri yang kompeten, namun juga melahirkan wirausaha industri.

Untuk itu, ia mengapresiasi Unit Inkubator Bisnis yang melaksanakan pelatihan barisa dan usaha warung kopi tersebut karena dapat memberikan pendampingan dan pembinaan kepada mahasiswa dan masyarakat untuk menjadi wirausaha industri di bidang pengolahan kopi.

“Kita melihat tren ngopi yang kini menjadi gaya hidup tentu menjadi peluang usaha yang baik. Kita bisa lihat dari menjamurnya coffee shop hingga ke daerah-daerah. Saya rasa ini sangat baik untuk dimanfaatkan dan diharapkan dapat menumbuhkan industri kopi,”kata Basri.

Menurut Basri, dalam membuka usaha pengolahan kopi tidak hanya menciptakan produk yang baik, namun juga dari manajemen pengelolaan usahanya juga menjadi penting terutama terkait pendanaan.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) yang turut terlibat dalam kegiatan ini karena turut memberikan peluang kepada UMKM untuk mengakses pembiayan mikro dari BSI.

Sementara itu, Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan menilai industri pengolahan kopi nasional kini tidak hanya menjadi pemain utama di pasar domestik, tetapi juga telah merambah sebagai pemain global.

“Untuk meningkatkan nilai tambah produk kopi industri membutuhkan upaya strategis seperti hilirisasi. Di mana, hilirisasi industri dapat berjalan baik jika ditopang dengan ketersediaan SDM yang kompeten,”katanya.

Industri makanan-minuman telah ditetapkan menjadi salah satu dari tujuh sektor manufaktur yang diprioritaskan pengembangannya sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Dari sisi kualitas SDM, kebijakan pengembangan industri pengolahan kopi telah dijalankan, melalui peningkatan kapasitas barista, roaster, dan penguji cita rasa (cupper).(*)

Lihat juga…