SULBAR-Politeknik ATI Makassar bersama lima satuan kerja Kementerian Perindustrian yang ada di Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan untuk korban gempa Sulbar.

Rombongan Politeknik ATI Makassar bersama keluarga besar Kemenperin berangkat dari Makassar menuju Majene, Senin (25/1/2020) dengan membawa enam truk bantuan yang berisi sembako, air minum, obat-obatan, pakaian, tenda, karpet, kebutuhan bayi, dan peralatan memasak.

Di mana tiga truk bantuan dari Kemenperin dan tiga truk lainnya hasil donasi keenam satker yang digalang secara swadaya masing-masing instansi, pegawai, alumni unit-unit pendidikan, dan masyarakat umum.

Dua truk bantuan disalurkan di Majene yang diserahkan secara simbolis kepada Bupati Majene, H Lukman, Selasa (26/1/2021).

Kepala BBHIP, Tirta Wisnu Permana yang mewakil satker Kemenperin di Sulsel mengatakan, batuan yang diberikan ini sebagai tali kasih keluarga besar Kemenperin untuk korban gempa di Sulbar.

“Kami titip bantuan ini untuk saudara-saudara kami di sini. Semoga apa yang kami berikan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,”kata Wisnu mewakili enam satker Kemenperin yang ikut dalam kegiatan ini.

Sementara itu, Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri yang ikut dalam rombongan mengharapkan bantuan yang diserahkan bisa meringankankan beban warga yang menjadi korban gempa Sulbar.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Majene, Bupati Lukman mengucapkan terima kasih atas perhatian Kemenperin kepada masyarakat di Majene. Ia turut mengapresiasi rombongan Kemenperin yang berkenan datang langsung ke Majene, tidak hanya sekadar mengirim bantuan.

“Kami harap bantuan ini bisa menjadi nilai ibadah bagi seluruh satker Kemenperin dan menjadi berkah bagi warga Majene,”katanya.

Setelah menyerahkan bantuan di Majene, rombongan Kemenperin langsung bertolak ke Mamuju untuk menyalurkan empat truk bantuan yang diserahkan langsung ke Gubenur Sulbar M Ali Baal Masdar.

Saat menerima bantuan dari Kemenperin secara simbolis, Gubernur Ali Baal Masdar mengungkapkan, bencana gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi pada 15 Januari 2021 lalu mengakibatkan sekira 92 orang meninggal dunia dan puluhan ribu warga mengungsi.

“Banyak warga Mamuju yang mengungsi ke daerah lain yang tidak terkena dampak gempa, seperti di Mamuju Tengah ada sekira 1600 pengungsi,”katanya.

Pemerintah Provinsi Sulbar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, terutama peralatan memasak yang sangat dibutuhkan di dapur umum posko-posko pengungsian.

Setelah menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Sulbar, seluruh rombongan kembali ke Makassar, Rabu (27/1/2020).(*)

×

Hello!

Ada yang bisa kami bantu?

× Kontak Via Whatsapp