MAKASSAR-Politeknik ATI Makassar resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah terkait pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Wali Kota Palu, Hidayat dengan Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri secara virtual, Senin (15/2/2021).

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian diskusi dan pertemuan antara Pemerintah Kota Palu dengan Politeknik ATI Makassar. Bahkan, pada 28 Desember 2020 lalu, Hidayat sempat berkunjung ke kampus Politeknik ATI Makassar.

Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan Pembantu Direktur I Taufik Muchtar, Pembantu Direktur III Arminas, serta jajaran Tim Pendamping Pembangunan daerah Kota Palu terdiri dari aademisi, media, dan praktisi.

“Hari ini, kita wujudkan kerja sama dengan Pemerintah Kota Palu untuk program pendidikan vokasi industri setara D1 yang sudah melalui proses panjang, baik melalui online maupun secara offline,”kata Basri dalam sambutannya.

Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Industri setara D1 Politeknik ATI Makassar dengan Pemerintah Kota Palu akan dikelola Program Studi Desain Produk.

Basri menjelaskan, Politeknik ATI Makassar sebagai salah satu perguruan tinggi yang ada di Kementerian Perindustrian mempunyai peran untuk membangun sumber daya manusia industri kompeten melalui penyiapan tenaga kerja industri.

Untuk menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten, pemerintah menyelenggarakan pendidikan vokasi maupun pelatihan berbasis kompetensi. Perguruan tinggi vokasi Kementerian Perindustrian juga menyelenggarakan model pendidikan 3 in 1, yaitu dididik, disertifikasi, dan bisa terserap di dunia kerja.

Oleh karena itu, Politeknik ATI Makassar terus berupaya meningkatkan kerja sama, baik dengan industri maupun pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan pendidikan untuk membangun SDM industri yang kompeten melalui program D3 dan setara D1.

“Mudah-mudahan melalui kerja sama ini, ke depan bisa dilaksanakan juga pengembangan teknologi melalui riset dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen kami untuk menumbuhkan UMKM di Palu,”tambahnya.

Basri pun berharap, MoU ini bisa ditindaklanjuti dengan pendantanganan perjanjian kerja sama terkait penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi Politeknik ATI Makassar.

Sementara itu, Hidayat menyampaikan penandatanganan MoU ini dilakukan jelang berakhirnya masa jabatannya pada Rabu (17/2/2021) mendatang. Namun meski jabatannya akan berakhir, ia berharap kerja sama Pemerintah Kota Palu dengan Politeknik ATI Makassar akan ditindaklanjuti wali kota yang baru.

“Meskipun saya tak lagi menjabat, saya harap kerja sama ini tetap ditindaklanjuti karena ini adalah kebutuhan masyarakat Palu. Ada beberapa kelompok-kelompok usaha yang kami bina tapi produk yang dihasilkan belum maksimal,”katanya.

Melihat kurikulum yang ditawarkan Politeknik ATI Makassar, Hidayat menilai hal tersebut relevan dengan kebutuhan pengembangan produk UMKM.

“Pemerintah Kota Palu rencananya pada Rabu nanti akan menindaklanjuti menyangkut teknis pelaksanaan dari kesepakatan hari ini sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama dengan dinas terkait,”katanya.(*)