Jam Operasional :

Senin-Kamis: 07.30-16.00, Jumat: 07.30-16.30 WITA

MAKASSAR-Tim ATIM Squad berhasil lolos ke tahap presentasi dalam kompetisi Greenovator Indonesia 2022. Greenovator Indonesia 2022 merupakan kompetisi pengembangan ide kreatif dan inovatif di bidang dekarbonisasi sebagai solusi masalah lingkungan yang diinisiasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan Mining Industri Indonesia (MIND ID).

Karya inovasi tim ATIM Squad yang berjudul Pembuatan Zeolit Sintesis dari Limbah Padat Abu Batu Bara dalam Peningkatan Slagging Indeks Batu Bara berhasil lolos dari 700 karya inovasi yang masuk. Bahkan, karya inovasi ATIM Squad menjadi satu-satunya yang berasal dari kota Makassar.

Tim ATIM Squad beranggotakan empat mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Mineral, yakni Anugrah Ramdhani, Muhammad Zulfikiri Syahbar, Annisa Inayah Suleman, dan Fatimah Athirah.

Muhammad Zulfikiri Syahbar yang didampingi dosen pembimbing Idi Amin mewakili tim ATIM Squad telah memaparkan karya inovasinya di hadapan dewan juri dan advisor pada 3 November 2022 lalu di Jakarta.

Zulfikiri menjelaskan, pemanfaatan batu bara sebagai bahan bakar mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah terbentuknya Slagging (kerak).
“Slagging terbentuk oleh titik leleh dari abu batu bara atau ash fusion temperature yang rendah, disebabkan oleh kadar Al2O3 pada abu batu bara yang rendah,”ujarnya.

Penambahan zeolit sintesis pada batu bara sebelum digunakan ditujukan untuk meningkatkan kadar Al2O3 akan meningkatkan ash fusion temperature abu batu bara.

Menurutnya, meningkatnya ash fusion temperature, menyebabkan pula peningkatan slagging index yang dimiliki batu bara. Dengan tingginya peningkatan slagging index yang diperoleh, maka semakin rendah pula potensi terbentuknya slagging.

“Semakin kecil potensi slagging yang terbentuk, maka pengguanaan batu bara juga ikut menurun, sehingga emisi karbon (CO2) yang dihasilkan pun ikut menurun,”jelasnya.

Mereka bersaing peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, dan Politeknik Negeri Jakarta.

Selain itu, sejumlah perusahaan juga ikut berpartisipasi, seperti PT Borneo Alumina Indonesia, PT Petrokimia Gresik, PT Bintang Terbarukan Indonesia, Sykerosene Energy Indonesia, dan PT Arka Energi Rekacipta. (*)