MAKASSAR-Politeknik ATI Makassar terus menunjukkan komitmennya mewujudkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggencarkan sosialisasi kepada seluruh stakeholder, baik pegawai, mahasiswa, orangtua mahasiswa, dan mitra Politeknik ATI Makassar lainnya.

Politeknik ATI Makassar pun menggelar sosialisasi penyelenggaraan zona integritas menuju WBK dan WBBM kepada mahasiswa dan orangtua mahasiswa, Jumat (5/3/2021).

Sosilisasi ini dibawakan Pembantu Direktur II Politeknik ATI Makassar Herlina Rahim yang menjabat sebagai Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Politeknik ATI Makassar Tahun 2021.

Dalam sosialisasi yang dilakukan secara virtual tersebut, Herlina menyampaikan kepada para mahasiswa dan orangtua mahasiswa yang hadir, Politeknik ATI Makassar terus berkomitmen untuk mewujudkan kawasan bebas korupsi tanpa gratifikasi.

“Tujuan utama dari penyelenggaraan zona integritas menuju WBK dan WBBM ini adalah terwujudnya reformasi birokrasi karena maraknya KKN, rendahnya akuntabilitas kinerja, dan buruknya pelayanan publik. Sehingga ada enam area perubahan zona integritas yang harus dilakukan,”jelasnya.

Keenam area perubahan yang dimaksud, yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain gencar melakukan sosialisasi, tim pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM Politeknik ATI Makassar juga rutin melakukan koordinasi kepada seluruh area pengungkit dalam pelaksanaan rencana aksi yang sudah ditetapkan.

“Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi,”tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan kuliah umum bertajuk ‘Penguatan Pembimbingan Akademik Periode TA 2020/2021’ dengan menghadirkan Personal and Professional Development Coach yang juga dosen Fakultas Psikologi UNM, Ismarli Muis.

Pembantu Direktur I bidang akademik Taufik Muchtar dan Pembantu Direktur III bidang kemahasiswaan, Arminas turut memaparkan terkait peran pembimbing akademik dan peraturan akademik yang berlaku di Politeknik ATI Makassar.

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri dalam sambutannya mengatakan, untuk mendapatkan lulusan yang berkompeten dipengaruhi tiga faktor, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah diberikan di kampus melalui proses belajar mengajar.

Di mana keberhasilan hal ini tidak hanya menjadi tugas dari pihak kampus maupun pembimbing akademik, tapi juga membutuhkan peran dari para orangtua untuk ikut mengawasi anak-anaknya.

“Kami sangat berharap kita bisa bekerja sama, penasehat akademik, dan orangtua untuk selalu membimbing dan memantau mahasiswa kita,”ujar Basri.(*)

×

Hello!

Ada yang bisa kami bantu?

× Kontak Via Whatsapp