MAKASSAR-Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) SDM Industri, Badan Pengembangan Sumber Daya Industri (BPSDMI), Kementerian Perindustrian, Tirta Wisnu Permana bersilaturahmi dengan civitas akademika Politeknik ATI Makassar di Aula Kampus Politeknik ATI Makassar, Jumat (12/3/2021).

Acara tersebut juga diikuti sejumlah pegawai yang menjalani work from home secara virtual melalui aplikasi zoom.

Tirta Wisnu Permana dilantik sebagai Ketua Pusdiklat SDM Industri bersama sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Perindustrian pada 3 Maret 2021 lalu. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) di Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri melaporkan, pihaknya telah melakukan pemutakhiran kurikulum yang diarahkan pada penerapan dual system.

“Berdasarkan hasil rapat senat, untuk tahun ajaran 2021/2022 nanti akan digunakan kurikulum dual system secara penuh kepada mahasiswa,”katanya.

Basri menambahkan, unit Career Development Center (CDC) pun terus meningkatkan kerja sama dengan mitra industri yang nantinya akan menjadi tempat mahasiswa untuk kuliah kerja praktik.

Tak hanya itu, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik ATI Makassar baru saja mengajukan 24 paket uji kompetensi melalui program Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan tengah mengembangkan 21 skema baru dari 12 skema yang sudah ada.

Basri juga memaparkan terkait persiapan pembangunan Smart Campus 4.0 di Politeknik ATI Makassar yang diawali dengan pembenahan jaringan di area kampus. Ia mengharapkan adanya dukungan dari BPSDMI Kemenperin agar rencana pembangunan Smart Campus 4.0 di Politeknik ATI Makassar bisa terwujud.

Sementara itu, Tirta Wisnu Permana dalam arahannya mengatakan, BPSDMI melalui unit pendidikan dan balai diklat menjadi tulang punggung penghasil tenaga kerja industri yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

“Gagasannya adalah kita ingin mengembangkan lembaga pendidikan vokasi industri kita bertaraf global. Caranya tentu harus mengadaptasi standarisasi global,”katanya.

Ia pun mengharapkan seluruh unit pendidikan bisa menjalankan kurikulum dual system secara penuh dan mengadaptasi STEM learning model.

“Kita harus sadar bahwa literasi terkait science, technology, engineering, and math ini menjadi kekuatan penyelenggaraan pendidikan vokasi di era industri 4.0 ini,”tambahnya.

Selain itu, Wisnu juga mengingatkan kepada seluruh dosen senantiasa melakukan penelitian terapan yang bertujuan sebagai pemecah masalah di sektor-sektor industri prioritas, serta melakukan pengabdian masyarakat yang bisa membangun ekosistem industri melalui gerakan-gerakan pembinaan kelompok-kelompok usaha.

“Saya rasa semua hal ini telah dilakukan Politeknik ATI Makassar tinggal terus kita kembangkan. Sehingga, kehadiran Politeknik ATI Makassar bisa dirasakan oleh seluruh stakeholder,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wisnu juga mengungkapkan, salah satu pekerjaan rumah pemerintah adalah menumbuhkembangkan usaha berbasis teknologi industri untuk menjadi wirausaha industri.

Ia pun mengapresiasi Politeknik ATI Makassar yang telah membangun Inkubator Bisnis Teknologi Industri untuk mendukung program pemerintah dalam melahirkan wirausaha-wirausaha industri.(*)