MAKASSAR– Politeknik ATI Makassar melakukan pertemuan bersama PT Pupuk Kaltim melalui virtual zoom, Jumat (22/1/2021). Pertemuan tersebut diikuti Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri bersama jajaran pembantu direktur dan ketua jurusan. Sementara PT Pupuk Kaltim diwakili Bondar Priandono, Widodo, dan Endah.

Hadir pula Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri (PPKVI) Iken Retnowulan da Kepala Sub Bidang Pendidikan Tinggi Vokasi Industri Mursiti.

Pertemuan ini membahas rencana pembukaan Program Pendidikan Vokasi Industri setara D1 yang merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian dengan PT Pupuk Kaltim.

Penyelenggaraan program pendidikan vokasi industri setara D1 sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam penyiapan tenaga kerja industri yang link and match dengan industri.

Pertemuan diawali dengan pemaparan tentang model pendidikan vokasi yang dijalankan Politeknik ATI Makassar oleh Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri.

Dalam pemaparannya, Basri mengatakan, Politeknik ATI Makassar telah menyelenggarakan pendidikan vokasi industri setara D1 sejak 2016 dan telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan industri, yaitu PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), PT Petrokimia Gresik, PT Gama Pantation, PT Semen Baturaja Persero Tbk, dan Fadel Digital.

“Sejak tahun 2016 hingga 2020, Politeknik ATI Makassar telah mencetak lulusan program pendidikan vokasi setara D1 sebanyak 632 orang. Sedangkan, khusus pada tahun 2020 sebanyak 160 orang,”kata Basri.

Dalam pelaksanaan program pendidikan vokasi industri setara D1, Politeknik ATI Makassar menggunakan model dual system yang berbasis kemitraan dengan industri. Kurikulum dirancang mengacu pada standar kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra industri. Lulusannya pun akan dibekali dengan sertifikat kompetensi.

Sementara itu Bondar Priandono menyampaikan, PT Pupuk Kaltim adalah anak usaha PT Pupuk Indonesia yang merupakan produsen pupuk urea, amoniak, dan NPK.

PT Pupuk Kaltim pun berencana membuat pabrik baru di daerah Bintuni Papua Barat. Untuk itu, dengan adanya MoU dengan BPSDMI Kemenperin, pihaknya akan membentuk sebuah community college untuk meningkatkan kompetensi penduduk lokal di sana yang akan diserap sebagai pekerja di pabrik tersebut.

“Beberapa kompetensi yang ingin dikembangkan itu seperti pegelasan, sipil, listrik, dan sebagainya. Kami mengharapkan kira-kira kompetensi mana yang bisa mendapat support dari Politeknik ATI Makassar untuk mendukung proses pendirian pabrik baru tersebut,”kata Bondar.

Dengan melihat kompetensi yang diharapkan PT Pupuk Kaltim, ada dua kompetensi yang bisa dikerjasamakan, yakni pengelasan dan kelistrikan. Pasalnya, Politeknik ATI Makassar memiliki program studi Teknik Manufaktur Industri Agro dan Otomasi Sistem Permesinan.

“Setelah ada kesepakatan, untuk selanjutnya Politeknik ATI Makassar dan PT Pupuk Kaltim secara bersama-sama akan menyusun kurikulum dan terkait instrukturnya,”kata Basri.

Pembantu Direktur I Taufik Muchtar menambahkan, Politeknik ATI Makassar juga bisa mengembangkan kompetensi di bidang teknik kimia dan logistik teknik industri yang turut berkaitan dengan aktivitas PT Pupuk Kaltim Makassar.

“Kami harap program ini bisa terlaksana di tahun 2021 ini,”katanya.

Kepala Sub Bidang Pendidikan Tinggi Vokasi Industri Mursiti menambahkan, program ini menerapkan pendekatan 3 in 1, di mana pesertanya dilatih, disertifikasi, dan ditempatkan bekerja di industri.

“Jadi lulusan program ini harus diserap oleh industri. Makanya kami bekerja sama dengan industri. Apakah itu pegawai baru atau upskilling pegawai lama,”kata Mursiti.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri (PPKVI) Iken Retnowulan mengatakan, program kami ingin menghasilkan SDM industri yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.

“Jadi, diharapkan Pupuk Kaltim bisa memformulasikan kebutuhan kompetensinya apa saja untuk memudahkan penyusunan kurikulumnya dan menyiapkan dosennya. Sehingga, apa yang diharapkan Pupuk Kaltim, SDM industrinya begitu selesai program ini sudah tidak perlu lagi mengikuti training dan bisa langsung bekerja,”jelasnya.(*)