MAKASSAR-Inkubator Bisnis Teknologi Industri (IBTI) Politeknik ATI Makassar menggelar Workshop Entrepreneur bertajuk ‘Build Your Innovate Idea In Business Plan and Business Model Canvas’.

Kegiatan yang berlangsung mulai Senin (15/3/2021) hingga Rabu (17/3/2021) mendatang ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan.

Turut hadir pula Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Iken Retnowulan dan sejumlah kepala unit pendidikan serta balai diklat di bawah naungan Kementerian Perindustrian.

Kegiatan yang diikuti dosen, mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum ini menghadirkan tiga pemateri, yakni Guru Besar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Zulkifli Syamsir, Ketua Inkubator Bisnis Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) Muh Idham, serta Direktur PT Prodya Care Septian Suryo.

Dalam laporannya, Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri menyampaikan, workshop ini diharapkan dapat meningkatkan minat berwirausaha dan menjadi ajang untuk menggali kreativitas dan inovasi dosen, mahasiswa, serta alumni Politeknik ATI Makassar.

Selain itu, dapat membangkitkan minat dunia usaha dan industri untuk bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan produk sehingga menjadi mitra bisnis bagi tenant dan start up binaan Inkubator Bisnis Politeknik ATI Makassar.

“Kegiatan ini juga sekaligus sebagai ajang seleksi bagi calon tenant dan start up sehingga nantinya akan diperoleh 10 tenant dan start up angkatan 2021 yang akan mengikuti program inkubasi bisnis di Politeknik ATI Makassar,”kata Basri.

Basri berharap dengan adanya workshop ini dapat mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi sivitas akademika dan alumni Politeknik ATI Makassar. Sehingga mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis teknologi industri untuk menjadi pencipta lapangan kerja.

Di samping itu, dapat meningkatkan jumlah perusahaan pemula yang berasal dari sivitas akademika dan alumni yang akan berdampak pada peran Politeknik ATI Makassar dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja baru dan mengurangi pengangguran intelektual.

Sementara itu, Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan menyambut gembira dengan digelarnya workshop ini sebagai upaya membangun pola pikir dan sikap dalam mendorong wirausaha baru dalam negeri. Arus mengakui jumlah wirausaha di Indonesia masih lebih kecil dibandingkan negara-negara lain.

Ia mengatakan, sesuai amanah UU Perindustrian, SDM industri meliputi tenaga kerja industri, pembina industri, wirausaha industri, dan konsultan industri yang menjadi satu kesatuan yang mendukung dalam pengembangan industri nasional.

“Khusus untuk wirausaha industri sesuai dengan amanah undang-undang harus memiliki kompetensi teknis, manajerial, kreativitas, dan inovatif yang dibangun melalui pendidikan dan pelatihan seperti yang dilaksanakan Inkubator Bisnis Politeknik ATI Makassar,”katanya.

Inkubator Bisnis yang berada di unit pendidikan Kementerian Perindustrian menjadi fasilitas bagi lulusan dan masyarakat yang ingin mengembangkan usaha-usaha mereka.

“Penumbuhan wirausaha baru merupakan salah satu program yang selalu kita tingkatkan tiap tahunnya. Wirausaha baru zaman ini harus dapat beradaptasi melakukan inovasi-inovasi dengan memanfaatkan teknologi terkini. Sehingga dapat bertahan dan mampu berkembang,”katanya.

Arus juga menyampaikan, Kemenperin juga telah membangun platform baru sesuai dengan e-Smart IKM yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi para wirausaha untuk memeroleh akses yang lebih untuk memasarkan produk mereka.(*)