MAKASSAR-PT Pupuk Kalimantan Timur menggandeng Politeknik ATI Makassar menyelenggarakan Program Vokasi Setara D1 bidang Teknik Pengelasan dan Teknik Instalasi Listrik.

Program ini merupakan tindaklanjut kerjasama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian dengan PT Pupuk Kaltim.

Melalui program ini, BPSDMI melalui Politeknik ATI Makassar dan PT Pupuk Kaltim mendidik 50 mahasiswa yang berasal dari Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bontang.

Mahasiswa akan menjalani program ini selama setahun dengan mendapatkan materi link and match sesuai kebutuhan industri, dengan komposisi materi 30% teori dan 70% praktek.

Sebelum memulai perkuliahan perdana, PT Pupuk Kaltim menggelar Culture Sharing Program bertajuk “Mengenal Budaya Papua Lebih Dekat” yang diikuti dosen Politeknik ATI Makassar dan Instruktur Industri dari PT Pupuk Kaltim yang berlangsung di Bontang, Jumat (4/2/2022).

Culture Sharing Program bertajuk “Mengenal Budaya Papua Lebih Dekat”

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Papua Barat Arius Mufu dan Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMK Dinas PPAD Papua Maks Karu.

Hadir pula Vice President Pengembangan SDM dan Organisasi PT Pupuk Kaltim Bondar Priandono, Senior Vice President (SEVP) SBU JPP PT Pupuk Kaltim Muhammad Eriza, Superintendent of Training Planning &Evaluation PT Pupuk Kaltim Widodo, dan Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri.

Muhammad Basri didampingi Pembantu Direktur I Bidang Akademik Taufik Muchtar, Pembantu Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Herlina Rahim, serta Kepala Subbagian Administrasi Akademik , Kemahasiswaan, dan Kerjasama Sitti Supiati Beta.

“Kerjasama antara PT Pupuk Kaltim dan Politeknik ATI Makassar dalam rangka untuk mempersiapkan SDM Industri yang andal dan terampil sesuai kebutuhan dunia industri,”kata Basri.

Peserta Program Vokasi Industri Setara D1 Kerjasama PT Pupuk Kaltim

Basri berharap dengan adanya Culture Sharing Program tersebut membuat para dosen dan instruktur industri lebih memahami budaya masyarakat Papua. Di mana 70 persen peserta Program Vokasi Industri Setara D1 Kerjasama PT Pupuk Kaltim merupakan putra-putri dari Papua.

Setelah dilaksanakan Culture Charing Program dilanjutkan dengan Training of Trainer (TOT) dan finalisasi materi belajar yang diikuti para dosen dan instruktur industri.

“Hasil dari kegiatan ini tersusunnya konten kurikulum dan silabus, kesepakatan tentang SKKNI yang akan digunakan yang terdiri dari beberapa judul unit kompetensi, serta tersusunnya jadwal fullblock Program Vokasi Industri Setara D1,”tambahnya.(*)