MAKASSAR-Alumni Politeknik ATI Makassar tidak hanya berkiprah di dalam negeri, namun sebagian juga menunjukkan eksistensinya di luar negeri.

Hal tersebut dibuktikan dengan pengalaman salah satu alumni Politeknik ATI Makassar, Muhammad Yogie Santoso.

Yogie merupakan alumnus tahun 2015 dari program studi Teknik Elektro Industri yang kini bertransformasi menjadi program studi Otomasi Sistem Permesinan.

Yogie yang juga mantan atlet Balap Sepeda dipilih menjadi Electrical Tim Leader di C two Engineering, Selangor, Malaysia, yang menangani proyek instalasi listrik yang sudah bertahun-tahun mangkrak di Malaysia pada 2016 lalu.

Cerita ini Yogie bagikan dalam sesi ZI Talk Seri #02 bertajuk ‘Inspiring Silver Ekspert’ melalui Instagram Live, Sabtu (17/7/2021). Acara ini digelar dalam rangka pembangunan Zona Integritas di Politeknik ATI Makassar.

Sebelum mendapatkan proyek tersebut, Yogie bersama tiga rekannya yang juga alumni Politeknik ATI Makassar harus bersaing dengan tim dari negara lain, seperti Nepal, Myanmar, dan Malaysia sendiri.

“Jadi waktu itu, informasinya dari kampus juga, dari dosen kami Ibu Nurhayati Jabir. Ibu Nur ngasih info kalau ada project di Malaysia yang terkatung-katung,”kata pria kelahiran Makassar, 12 Mei 1994 ini.

Dengan modal nekat sebagai fresh graduate, Yogie bersama timnya pun berangkat ke Malaysia untuk ikut bersaing dalam proyek tersebut.

Namun, juara Balap Sepeda Riau Championship tersebut mengungkapkan banyaknya tantangan yang mereka hadapi.

Terutama dengan model instalasi listrik yang dipakai dalam proyek tersebut berbeda dengan instalasi listrik yang sering digunakan di Indonesia.

“Awalnya kami mengira proyek instalasi listrik seperti pada umumnya, tapi ternyata setelah sampai di sana amat sulit karena ternyata lebih mudah membangun sesuatu yang baru dibanding menyelesaikan pekerjaan orang lain yang terbengkalai,”kata Yogie.

Namun, Yogie cs tidak patah semangat. Mereka terus berupaya meyakinkan pemilik proyek kalau mereka mampu menyelesaikan proyek tersebut hingga pada akhirnya tender proyek tersebut mereka menangkan.

“Sebuah kebanggaan untuk kami, lulusan Politeknik ATI Makassar. Dari sekian banyak negara Asia, kami dari Indonesia yang berhasil menyelesaikan permasalahan di sana,”kata Yogie.

Kemudian pada 2017, Yogie bergabung sebagai Electrical Fiber Line di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Saat bekerja di PT RAPP, ia berkesempatan mengikuti pelatihan teknisi di Sateri, Jiang Xi, China pada 2018 selama enam bulan.

Pada 2019, Yogie pun memilih bekerja sebagai engineering PT Suryamas Megah Stell di Surabaya hingga 2020. Kini, Yogie memutuskan ingin membuka bisnisnya sendiri.

Ia pun berharap pengalamannya tersebut bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa di Politeknik ATI Makassar.(*)