Tuntas Ikuti Program SMK Go Global, 40 Lulusan Politeknik ATI Makassar Siap Bekerja di Luar Negeri

MAKASSAR — Pelatihan dan Sertifikasi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Skema Operation Production Sektor Manufaktur di Politeknik ATI Makassar resmi ditutup, Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari Program SMK Go Global tersebut berlangsung sejak 31 Agustus hingga 17 September 2026 dan diikuti 40 lulusan Politeknik ATI Makassar.

Penutupan dilakukan secara daring oleh Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Dwi Setiawan Susanto. Hadir secara luring di Kampus Politeknik ATI Makassar, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan, Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, serta seluruh peserta pelatihan.

Program ini merupakan kolaborasi KP2MI melalui BP3MI Sulawesi Selatan dan Kementerian Perindustrian melalui Politeknik ATI Makassar dalam menyiapkan pekerja migran yang kompeten dan siap bersaing di sektor manufaktur global.

Selama pelatihan, peserta menerima empat materi pembelajaran dengan total 160 jam pelajaran. Materi Welder menjadi materi inti dengan porsi terbesar, disusul materi Sistem Produksi, Material Teknik, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Komposisi ini dirancang agar peserta tidak hanya mahir secara teknis dalam pengelasan, tetapi juga memahami proses produksi, karakteristik material, dan budaya keselamatan kerja di lingkungan industri.

Sebagai tahap akhir, seluruh peserta mengikuti uji sertifikasi kompetensi skema Fillet Welder pada 16–17 September 2026. Uji sertifikasi tersebut menjadi tolok ukur capaian kompetensi sekaligus pemenuhan standar kompetensi kerja yang dipersyaratkan sebelum penempatan.

Dalam sambutan penutupan, Dwi Setiawan Susanto mengapresiasi sinergi antara BP3MI Sulawesi Selatan dan Politeknik ATI Makassar. Ia menekankan pentingnya program tersebut dalam menyiapkan Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, bersertifikat, dan mampu bersaing di pasar kerja global.

“Setelah mengikuti program ini, peserta memiliki kualifikasi dan kompetensi yang menjadi bekal untuk bersaing di pasar kerja luar negeri dan menunjukkan pekerja migran Indonesia adalah pekerja yang profesional. Semoga proses penempatan berjalan lancar,” jelasnya.

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama BP3MI Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung peningkatan kompetensi lulusan. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan teknis sesuai dengan kebutuhan industri global.

“Sebagai lembaga pendidikan vokasi, Politeknik ATI Makassar berperan menyiapkan lulusan memasuki dunia kerja dengan mempersiapkan kompetensinya agar memiliki keterampilan yang menjadi bekal untuk bersaing di dunia kerja, termasuk di luar negeri,” jelasnya.(*)

September 18, 2026

Lihat juga…