Inkubator Bisnis Teknologi Industri (IBTI), Politeknik ATI Makassar

Program Inkubator Bisnis Teknologi Industri (IBTI) Politeknik ATI Makassar adalah suatu bentuk pembinaan dan pengembangan wirausaha secara lengkap dan terpadu bagi wirausaha-wirausaha terpilih untuk dibantu agar menjadi wirausaha yang berhasil dan berkembang. Pusat pelayanan usaha kecil dan program pelatihan dimaksudkan untuk membantu perkembangan para wirausaha agar menjadi wirausaha yang tangguh dan mandiri. Pusat inovasi adalah memberikan jasa pelayanan pemasaran hasil inovasi-inovasi baru di bidang teknologi industri.

IBTI didirikan sebagai lembaga pembinaan dan pengembangan wirausaha yang akan berusaha membantu para wirausaha baru maupun yang berkembang agar menjadi wirausaha yang tangguh. IBTI merupakan suatu media atau tempat para pengusaha kecil dan menengah maupun calon wirausaha baru berlatih, bertanya dan berdiskusi untuk mengembangkan atau merealisasikan usahanya, maupun untuk memecahkan permasalahan manajemen usahanya, baik secara individu maupun kelompok. Demi mendukung maksud tersebut, IBTI Politeknik ATI Makassar memberikan beberapa jasa pelayanan, yaitu Pusat Pengembangan Pengusaha Kecil, Pusat Inovasi, Konsultasi dan Program Pelatihan.

12592383_942712835849592_925633477218668732_n

Visi dan Misi

Visi kami adalah melahirkan wirausaha inovatif dan pusat industri unggulan berbasis teknologi industri. Misi kami yaitu:

  1. Melahirkan IKM yang inovatif, produktif dan berdaya saing;
  2. Sebagai pusat layanan industri bisnis;
  3. Sebagai pusat layanan konsultasi bagi tenant (in-wall maupun out-wall);
  4. Mewujudkan pelayanan yang mudah, cepat, dan profesional;
  5. Membangun kerjasama antara AcademicBusinessGoverment dalam pengembangan industri.

Rencana Strategis

  1. Menggalang partisipasi berbagai pihak dalam pengembangan wirausaha melalui inkubator bisnis teknologi industri;
  2. Menciptakan portal sebagai pusat layanan industri dan konsultasi;
  3. Penyebarluasan industri produk dan jasa;
  4. Pencarian dan peningkatan akses pasar dan pengembangan jaringan pasar;
  5. Menyiapkan SDM serta sarana prasarana penunjang lainnya;
  6. Membuat kerja sama (MoU) dengan berbagai pihak yang terkait.